Minggu, 16 Januari 2022

tari tabot

                                                                     TARI TABOT


Tari Tabot Bengkulu merupakan tarian kreasi yang menggambarkan upacara Tabot. Inti dari tarian ini adalah menceritakan mengenai kepahlawanan cucu Nabi Muhammad SAW.

Dalam Tari Tabot Bengkulu, para penari mengenakan aksesoris kepala yang menyerupai tabot yang diarak keliling. Selain itu ada pula penari yang mengenakan mahkota, membawa tongkat, dan selendang.Tari Tabot Bengkulu menggunakan pengiring musik yang ada di Festival Tabot, yaitu dol. Musik tarian ini khas dengan adat Bengkulu.

Pada tradisi Tabot, terdapat sembilan ritual yang diadakan dalam empat hari festival yang diadakan saat pekan tahun baru Islam.

Tahap pertama adalah menggambik tanah atau mengambil tanah. Tanah yang diambil berasal dari tempat keramat yang dipercaya masyarakat Bengkulu.Yang di gambarkan oleh tarian di bawah ini.


Tahap kedua, adanya ritual duduk penja yaitu mencuci benda-benda dari logam seperti kuningan, tembaga, atau perak yang disebut dengan penja. Benda ini berbentuk telapak tangan manusia.

Ketiga adalah tahapan meradai. Tahapan ini dilakukan oleh Jola yaitu anak-anak berusia 10-12 tahun. Meradai merupakan tahapan mengumpulkan dana. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6 Muharam.

Keempat merupakan tahap menjara atau berkunjung ke kelompok lain untuk mengadu dol, sejenis beduk. Dol terbuat dari kayu yang dilapisi kulit lembu.Tahap kelima disebut dengan arak penja. Di tahap ini penja pada tahap kedua diletakkan di dalam tabot yang telah disusun kemudian diarak di jalan utama Kota Bengkulu.Tahap ke enam juga disebut mengarak penja tetapi ditambah dengan sorban putih yang diletakkan di tabot kecil.Pada tahap ketujuh, seluruh kegiatan berhenti. Tahap ini disebut dengan gam yaitu masa berkabung atau tenang. Tahap ini wajib ditaati.

Tahap kedelapan diadakan pada 9 Muharam. Tahap ini disebut dengann arak gendang. Tahap kedelapan merupakan pelepasan tabot.Tahap kesembilan atau tahap terakhir yang tiba pada 10 Muharam. Tahap ini disebut dengan tabot tebuang.Pembuangan tabot dahulu dilakukan di laut. Namun, saat ini pembuangan tabot dilakukan di rawa-rawa yang dekat dengan pemakaman umum atau makam Karbela.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar