Rabu, 09 Februari 2022

tari bubu

     Terinspirasi dari tradisi masyarakat Bengkulu ketika menangkap ikan menggunakan bubu, terciptalah salah satu tarian adat Bengkulu yang bernama Tari Bubu. Kegiatan menangkap ikan menggunakan alat ini masih bisa dijumpai di daerah Provinsi Bengkulu.Biasanya penari tari babu adalah laki-laki dan perempuan dengan jumlah yang genap. Jumlah penari tak dibatasi tetapi harus genap. Busana yang dipakai oleh penari adalah pakaian adat Bengkulu yaitu baju kurung yang memiliki warna kontras dan terang.Pakaian penari juga kain songket yang memiliki motif dengan dominasi warna emas. Para penari juga menggunakan penutup kepala yang mirip dengan siger yang sudah dimodifikasi. Untuk penari laki-laki sebagai penutup kepala mengenakan kain songket dengan warna yang sesuai dengan pakaiannya.

   salah satu provinsi yang memiliki garis pantai terpanjang di Sumatera. Catatan tersebut sejalan dengan potensi perikanan Bengkulu yang bisa menghasilkan ratusan ribu ton ikan tiap tahunnya. Melimpahnya ikan di Bengkulu melahirkan suatu tradisi dan budaya menangkap ikan bersama dengan menggunakan bubu, alat pancing tradisional berbentuk tabung yang terbuat dari bambu.Pakaian yang dikenakan oleh para penari bubu adalah pakaian adat Bengkulu berupa baju kurung dengan warna yang cerah dan kontras.

      Pakaian ini juga dilengkapi dengan balutan kain songket dengan motif yang didominasi warna emas. Pada bagian kepala, penari perempuan menggunakan penutup kepala berupa siger yang telah dimodifikasi. Sementara penari laki-laki menggunakan kain songket sebagai penutup kepala yang warnanya disepadankan dengan warna pakaian yang dikenakan.Tari bubu diiringi oleh musik yang bersumber dari perpaduan alat musik tradisional dan modern, seperti gendang dan akordian yang dipadukan dengan gitar dan bass. Musik yang mengiringi bertempo cepat, hal tersebut disesuaikan dengan gerak tari bubu yang cenderung energik dan bersemangat.sumber dari http://www.indonesiakaya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar