Rabu, 09 Februari 2022

tari kejei


  Sebagai bagian dari rangkaian upacara adat perkawinan, tari ini tidak hanya dibawakan oleh penarinya saja, melainkan juga melibatkan mempelai pria dan wanitanya sebagai pertanda pelepasan masa lajang kedua mempelai.Perihal namanya, yang juga sama dengan nama upacaranya, upacara Kejei, nama Kejei berasal dari bahasa Rejang yang berarti perayaan besar.Selain difungsikan sebagai hiburan dalam upacara adat serta sebagai ajang perkenalan antara bujang dan gadis, tari ini juga merupakan tarian sakral yang mengandung nilai mistik.

   Dalam penyajiannya ada beberapa aturan yang wajib dipenuhi, termasuk para penari perempuannya harus masih perawan dan dalam keadaan suci.Perihal jumlah pasangan penari ganjil, diyakini jumlah tersebut akan digenapi oleh arwah nenek moyang. Selain itu, pelaksanaan upacaranya juga disertai dengan pemotongan beberapa kerbau, kambing atau sapi sebagai syarat yang diwajibkan.Sebagai bagian dari rangkaian upacara adat perkawinan, tari ini tidak hanya dibawakan oleh penarinya saja, melainkan juga melibatkan mempelai pria dan wanitanya sebagai pertanda pelepasan masa lajang kedua mempelai. Perihal namanya, yang juga sama dengan nama upacaranya, upacara Kejei, nama Kejei berasal dari bahasa Rejang yang berarti perayaan besar.

   Selain difungsikan sebagai hiburan dalam upacara adat serta sebagai ajang perkenalan antara bujang dan gadis, tari ini juga merupakan tarian sakral yang mengandung nilai mistik.Dalam penyajiannya ada beberapa aturan yang wajib dipenuhi, termasuk para penari perempuannya harus masih perawan dan dalam keadaan suci.Perihal jumlah pasangan penari ganjil, diyakini jumlah tersebut akan digenapi oleh arwah nenek moyang. Selain itu, pelaksanaan upacaranya juga disertai dengan pemotongan beberapa kerbau, kambing atau sapi sebagai syarat yang diwajibkan.

  Sejarah lahirnya tarian tradisional Bengkulu ini bermula di tahun 1468. Dimulai dari laporan seorang pedagang Pasee bernama Hassanuddin Al-Pasee yang berniaga ke Bengkulu. Ada juga keterangan dari Fhathahilla Al Pasee yang berkunjung ke tanah Redjang di tahun 1532.Untuk pertama kalinya, upacara Kejei beserta penyajian Tari Kejei diadakan saat pernikahan Putri Senggang dengan Biku Bermano. Ada kisah yang menyebutkan bahwa buku pelaksanaan “kejei” tersebut disimpan di dalam perut Biku Bermano.Tarian ini dipercaya telah ada sebelum kedatangan para biku dari Majapahit. Semenjak mereka datang, alat musiknya diganti dengan alat dari logam, seperti yang digunakan hingga saat ini.

    Upacara Kejei ini dilaksanakan dengan durasi yang sangat panjang. Ada yang sampai 9 bulan, 3 bulan, 15 hari, serta ada juga yang hanya 3 hari berturut-turut. Oleh karena itu, Kejei disebut sebagai hajatan terbesar yang biasanya hanya dilaksanakan oleh orang-orang mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar